Gerakanmahasiswa.com – Perseteruan antara seorang hacker benama Bjorka dengan pemerintah viral d! media sosial. Hal ini disebabkan Bjorka telah meretas data dari, Kominfo, KPU dan, Surat Rahasia BIN ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, Bjorka yang berasal dari negara Polandia ini juga berhasil membongkar sosok dalang d! balik pembunuhan aktivis Munir Said Thalib.

Perseteruan tersebut selain menuai respon dari netizen, juga d! tanggapi oleh seorang pengamat politik yaitu, Rocky Gerung d!kutip dari kanal youtube nya saat berdiskusi bersama Hersebono Arif.

Ia mengatakan, pemerintah demokratis yang mulai memperlihatkan kecendrungannya kepada otoriter itu menjadi sasaran hacker. Berarti Indonesia sudah dalam arah otoriter sehingga hacker ambil alih.

“Kalau pemerintahannya demokratis, nggak ada hacker d! seluruh dunia, nggak ada hacker yang mencuri sebuah data dari negara yang demokratis buat apa dicuri karena sudah demokratis, nah pasti ada yang d!sembunyikan,” ungkap bung Rocky dengan nama sapaannya.

Bung Rocky mengatakan, yang d!lakukan oleh Bjorka, untuk memperlihatkan kepada seluruh rakyat Indonesia agar jangan percaya kepada sistem pemerintah.

“Itu cara hacker memberitahu bahwa WNI jangan percaya dengan sistem pemerintah, gua aja bisa ambil apalagi pemerintah untuk politik,” ungkap Rocky saat diskusi bersama Hersebono.

Rocky berpesan agar hal ini mesti d!bicarakan d!tingkat intelejen negara bahwa memang d!jebol.

Sumber: youtube (Rocky Gerung Official)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *