Gerakanmahasiswa.com – Korps PMII Putri (Kopri) Komosariat STAI An-Nadwah Kuala Tungkal, Cabang Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), lakukan pembukaan Sekolah Islam dan Gender (SIG) Se -Tanjab Barat Ke – 2. Jum’at 5/8/22.

SIG tersebut d!gelar d! Sekretariat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tanjab Barat dengan tema “Seksisme dan Tantangan Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Kepemimpinan”.

Selain d!hadiri anggota, kader, dan Pengurus PMII, juga dihad!ri oleh alumni dan tamu undangan dari Fatayat NU Tanjab Barat.

Berlangsungnya acara sejak pukul 15.00 sampai dengan pukul 16.30 Wib.

Dalam sambutannya, ketua panitia pelaksana Zakiah menyampaikan turut berterimakasih atas ketersed!annya anggota dan kader untuk terlibat mensukseskan acara ini.

Hal tersebut juga turut d!sampaikan oleh ketua kopri komisariat STAI An Nadwah Kuala Tungkal, Nia Ramadhan turut berharap dengan d!laksanakan kegiatan ini bisa mengimplementasikan ilmu yang nantinya d!peroleh peserta SIG

“Saya berharap dengan kegiatan SIG yang ke 2 ini, bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari apa yang telah d! pelajari selama kegiatan ini berlangsung”, tuturnya.

Hal senada juga turut d!sampaikan oleh ketua kopri PMII Tanjab Barat, Maria Hartati bahwa SIG merupakan kegiatan kaderisasi pada tingkat dasar untuk proses pengkaderan pada tingkat kopri PMII

“SIG merupakan langkah awal dalam kaderisasi kopri, yang d!mana untuk mengasah intelektual dan kritis dalam menyikapi persoalan yang ada pada gender”, tanggapnya.

Selanjutnya, selaku ketua umum PMII Tanjab Barat, Iskandar menegaskan kepada kopri khususnya untuk dapat fokus dalam menempah d!ri membentuk kualitas serta kesadaran peran dan fungsinya sebagai kopri

“Tak terlepas dari peran kopri untuk terus berusaha dan berupaya dalam menempah d!ri menjad! kader yang loyalitas dan totalitas untuk memberikan kebermanfaatan kepada lingkungan serta masyarakat”, tegasnya.

Penyampaian dari alumni PMII juga turut d!sampaikan Suroso, mengatakan bahwa perempuan harus mampu menghapus persepsi orang bahwa perempuan hanya bisa d! sumur, dapur, dan kasur.

“Sekarang ini peran perempuan masih dibatasi dalam ruang nya, untuk menghilangkan persepsi itu dari orang-orang perempuan harus membuktikan, yaitu dengan proses seperti ini”, tanggapnya.

Terakhir, penyampaian dari alumni PMII cabang Ciputat, Farhan menegaskan kepada kopri khususnya untuk mengikuti proses yang ada di PMII

“Selain fokus untuk menempah d!r! pada kualitas intelektual, kopri juga harus mampu bagaimana ia d!lapangan dalam menyelesaikan persoalan yang ada”, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *