Gerakanmahasiswa.com – Upaya Hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat baru-baru ini banyak disorot oleh publik, karena dinilai sebagai sikap arogan dari kekuasaan.

Upaya hukum tersebut merupakan upaya banding atas Putusan Pengadilan Negeri (PN) Kuala Tungkal terkait Surat Keputusan (SK) Bupati Tanjab Barat, Nomor: 699/Kep.Bup/2021 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Saudari Sintha Dewi Agustina dari Direktur PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanggo Rajo (Perserada).

Banyak pihak yang menyayangkan upaya banding yang dilakukan Pemda tersebut, selain terlihat arogan juga terkesan memaksakan proses hukum.

Menanggapi hal tersebut, saya turut prihatin dengan statement yang bertebaran di medsos tapi tidak mencerdaskan masyarakat.

Padahal, langkah yang dilakukan oleh Bupati (Pemda) sudah sesuai dengan prosedur hukum. Para pihak dalam pengadilan punya hak yang sama untuk berupaya mendapatkan keadilan.

Tujuannya jelas, untuk mendapatkan keadilan dari proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) kemudian Pengadilan Tinggi (PT), bahkan masih ada upaya ke Mahkamah Agung hingga Peninjauan Kembali terhadap putusan Mahkamah Agung.

Begitulah hukum, menyediakan berbagaimacam prosedur upaya untuk mendapatkan keadilan. Selama putusan belum Inkracht (berkekuatan hukum tetap), maka upaya hukum lain masih bisa dilakukan.

Saran saya kepada pihak yang “menyerang” bupati atau pemda yang sedang melakukan upaya hukum, sebaiknya dampingi pihak yang anda bela secara hukum. Itu lebih bijaksana ketimbang mengarahkan persepsi publik untuk membenci kekuasaan.

Sama-sama menggunakan jalur hukum untuk mendapatkan keadilan, itu lebih fair, dan masyarakat jadi tahu seperti apa situasi, kondisi, dan prosedurnya.

Tapi, budaya kritik kita memang masih kurang, sarat dengan eksistensi tanpa isi, sehingga hanya menggunakan prinsip “Yang Penting Komentar” dan pakai atribut kelompok, biar keren serta menambah kepercayaan diri.

Semoga kita semakin bijak menyikapi persoalan yang terjadi, tidak bereaksi karena emosi semata, tapi juga dengan isi yang terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *