5 materi wajib HMI

5 Materi Wajib HMI

Seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan tulang punggung organisasi yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, sejak mulai masuk dalam proses kaderisasi (setiap jenjang training) para kader akan menimba pengetahuan, pengalaman dan pemahaman sebagai bekal berjuang ditengah-tengah masyarakat.

Banyak materi yang tersaji dalam forum latihan kader (LK), tapi terdapat 5 materi wajib yang harus kader ketahui sebagai bahan dasar. Berikut 5 materi wajib itu:

Pertama
Terkait sejarah peradaban Islam dan HMI

Fokus materi ini adalah untuk melihat sejarah kebudaayan Islam dunia, sampai dengan Islam masuk ke Indoensia. lalu di fokuskan pada sejarah kelahiran HMI sebagai kelanjutan dari pada perjuangan umat Islam. (Baca: Fase-Fase Perjuangan HMI).

Kedua
Nilai-nilai Dasar Perjuangan HMI

Fokus materi ini adalah untuk memberikan gambaran bahwa tujuan yang benar dapat tercapai jika dan hanya jika didasarkan pada sumber yang benar dan dilakukan dengan cara yang benar pula. (Baca: NDP HMI-Penemuan Cak Nur).

Ketiga
Mission HMI

Materi ini berfokus pada konsep insan cita, dan tanggungjawab kader dalam mencapai tujuan HMI. (Baca: Mission dan Kualitas Insan Cita HMI).

Keempat
Konstitusi HMI

Pada materi ini difokuskan untuk mengenal struktur organisasi HMI, dan juga terkait hak serta kewajiban anggota, juga terkait wahana aktivitas kader dalam ber-HMI. (Baca: Materi Konstitusi HMI).

Kelima
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Pada materi ini pembahasan berfokus pada pengertian dasar kepemimpinan dan prinsip manajemen, lalu hubungan antara kepemimpinan, manajemen, dan organisasi. (Baca: Materi KMO HMI).

Alur Singkat Pemahaman Materi

Alur materi tersebut d!susun sedemikian rupa, merupakan alur proses penanaman nilai-nilai dasar yang hendaknya d!miliki oleh setiap kader HMI. Seorang kader mesti memahami bahwa Islam masuk ke Indonesia tidak terjadi secara serta merta dan statis, tetapi ia berkembang dalam berbagai bentuk aliran (madzhab). Dengan begitu, kader bisa memahami karakteristik Islam yang berkembang di Indonesia. Dengan pengetahuan itu, d!harapkan akan terbentuk sikap yang toleran dan terbuka (meminimalisir klaim kebenaran).

Selanjutnya dengan pemikiran yang toleran dan terbuka, maka d!kuatkan pemahaman ke-Islam-an ala HMI, yaitu Nilai-nilai Dasar Perjuangan, d!mana keyakinan/keimanan harus d!tujukan pada Allah SWT, dan d!lakukan dengan cara yang benar (amal soleh).

Implementasi amal soleh secara organisatoris d!wujudkan dalam misi HMI, dengan kata lain bahwa perjuangan mewujudkan misi HMI adalah tugas suci seorang kader yang merupakan amal soleh dan ibadah/pengabdian kepada Allah SWT.

Supaya kader dapat mengaplikasikan aktivitas perjuangan mewujudkan misi HMI, maka d!berikan ilmu alat untuk membantu para kader dalam pelaksanaan kegiatan keorganisasian, sehingga mereka dapat berkerja secara sistematis, efektif, dan efisien.

Terakhir sekaligus rencana tindak lanjut kegiatan Latihan Kader I, para kader d!perkenalkan dengan bentuk HMI, hak dan kewajiban mereka, serta wahana tempat mereka memperjuangkan misi HMI, sehingga mereka dapat merancang aktivitas yang akan d!lakukan dalam ber-HMI.

Acuan: Hasil Kongres XXX HMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *