Kelompok Cipayung

Gerakanmahasiswa.com – Istilah Kelompok Cipayung terkesan tak asing lagi terdengar d!telinga kita sebagai mahasiswa. Bahwa pada awalnya Kelompok Cipayung terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa yaitu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Seiring berjalannya waktu kiprahnya melembaga. Oleh karena ide dan gagasannya dalam menciptakan perubahan, begitu populer d! masyarakat.

Perjalanan sejarah dan kerjasama antar organisasi mahasiswa terus eksis. Selain memiliki keunikan dari sisi bisa menyatukan ormas-ormas yang berbeda karaktetistik, kerjasama dengan ormas mahasiswa lainnya relatif panjang.

Sebenarnya, kerjasama Kelompok Cipayung tidak sesuatu yang terencana. maksudnya, para pimpinan ormawa tidak hanya duduk berkumpul dan membentuk Cipayung. Tetapi terjad! secara alamiah dengan diskusi-diskusi informal antar sesama ormas mahasiswa.

Bertukar fikiran sesama aktivis pimpinan organisasi semakin intens, karena sudah saling mengenal satu sama lain antar sesama pimpinan, yang sebelumnya pernah berkiprah d! Kesatuan Aksi Mahasiswaa Indoesia (KAMI).

Sekilas Sejarah Perjalanan KAMI

KAMI resmi dibentuk pada tahun 1966 secara revolusioner. Akan tetapi itu tidaklah terencana, melainkan karena kebutuhan pada saat itu.Terjadi karena dua ormas  Perhimpunan Perserikatan-Perserikatan Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) bubar akibat peristiwa G.30.S/PKI tahun 1965.

Setelah pertemuan dan berdiskusi, terbesit ada keinginan untuk menyelenggarakan pertemuan secara formal, dalam rangka merumuskan sikap bersama serta mengukuhkan kerjasama untuk masa yang akan datang.

Pertemuan ini memiliki tema yaitu “Indonesia yang kita cita-citakan” terselenggara pada tanggal 21 sampai 22 Januari 1972 di Cipayung Jawa Barat. Dari pertemuan itulah melahirkan “Kelompok Cipayung”, pada setiap tanggal 22 Januari diperingati sebagai hari kelahirannya.

Bertemunya Cipayung ke-1, Ke-2 dan Ke- 3 memiliki tantangan yang berat. Karena pemerintah mewadahi serta menggiring ormas-ormas kedalam satu tempat agar melebur kedalam wadah yang telah d!siapkan oleh pemerintah.

Salah satunya, wadah tunggal yang d!buat oleh pemerintah dalam sektor kepemudaan yaitu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tanggal 23 Juli 1973. Untuk mengakhiri eksistensi ormas-ormas Kelompok Cipayung. Sebagaimana yang telah d!sampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Syarif Thayeb yang mengatakan mahasiswa adalah bagian dari pemuda dan karenanya harus melebur kedalam KNPI.

Akan tetapi, pendirian tersebut d!tanggapi oleh ormas Kelompok Cipayung yaitu menempatkan KNPI sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang berstatus sama dengan ormas yang sudah ada.

Pemerintah Tetap Mendorong Ormawa Untuk Melebur Dalam KNPI

Namun, tekanan terus dilakukan oleh pemerintah agar ormas Kelompok Cipayung melebur kedalam wadah tunggal tersebut. mengakibatkan sulitnya pertemuan tersebut. Apalagi demonstrasi protes mahasiswa terus terjadi dari berbagai kota salah satunya, “Peristiwa Malari” pada tanggal 10 Januari 1974. Peristiwa tersebut berdampak keapada mahasiswa dan Kelompok Cipayung. Dengan peristiwa itu Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Syarif Thayeb menerbitkan Surat Keputusan Nomor 028/U/1974 (populer dengan sebutan: SK 028) yang menempatkan semua aktivitas mahasiswa d! dalam kampus berada dalam pengendalian efektif rektor.

Pada pertemuan ke-3 terhitung tanggal, 23 hingga 25 Januari 1976, pertemuan ini, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Resmi menjadi bagian dari “Kelompok Cipayung”.

Sumber : https://pustaka.pmkri.id/forums/topic/sekilas-sejarah-terbentuknya-kelompok-cipayung/

1 thought on “Kelompok Cipayung: Mengutip Sekilas Perjalanan Historis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *