Lapas Tangerang Terbakar, Ini Sikap GMKI

Gerakanmahasiswa.com – Lapas Tangerang terbakar dan mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk transparan dalam menyelidiki kasus tersebut.

Saya mewakili GMKI menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya 41 orang narapidana yang meninggal di lokasi,” ucap Jefri Gultom (Ketum PP GMKI), Kamis (9/9/2021).

Agar peristiwa serupa tidak terulang, GMKI meminta kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kebakaran Lapas Tangerang. Yasonna Laoly harus transparan kepada publik terkait penyebab kebakaran,” ujar Jefri Gultom.

Jefri menduga ada masalah di petugas-petugas yang berjaga di Lapas Tangerang tersebut. Ia menilai petugas tidak sigap, sehingga berakibat jatuhnya banyak korban.

Jika petugas lapas bekerja dengan sigap, tidak akan banyak korban yang meninggal. GMKI menduga ini adalah bentuk kelalaian petugas. Oleh karena itu, Yasonna Laoly harus meminta maaf kepada publik,” katanya.

Kejadian-kejadian ini membuat GMKI meminta Yasonna Laoly mengevaluasi kinerja petugas lapas di Indonesia.

Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali,” katanya.

Humas Polri Kembali Mengidentifikasi Jenazah Kebakaran Lapas Tangerang

Kebakaran Lapas Tangerang berawal dari blok khusus narkotika pada Rabu (8/9). Api menyebar dengan cepat di saat narapidana berada dalam sel yang terkunci. Sementara ini, kebakaran diduga akibat korsleting listrik, yang awalnya korban jiwa berjumlah 41 orang. Kemudian, setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, korban jiwa rupanya berjumlah 44 orang.

Hari ini (Sabtu, 11/9/2021) setelah rapat rekonsiliasi, Tim DVI berhasil mengidentifikasi kembali dua jenazah,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat konperensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ramadhan menjelaskan untuk jenazah Mat Idris teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan medis dan DNA, sementara Ferdian Perdana teridentifikasi berdasarkan catatan medis.

Hingga saat ini, dari 41 jenazah korban lapas Tangerang terbakar yang dibawa ke RS Polri telah ada 7 korban yang teridentifikasi. Sementara itu, 34 mayat masih dalam proses identifikasi. Ketujuh jenazah yang sudah teridentifikasi itu yakni:

  1. Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43),
  2. Diyan Adi Priyana bin Kholil (44),
  3. Kusnadi bin Rauf (44),
  4. Bustanil Arifin bin Arwani (50),
  5. Alfin bin Marsum (23),
  6. Mat Idris bin Abdrismon (29),
  7. Ferdian Perdana bin Sukriadi (28).

Sumber: suara.com dan news.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *