Zainul Salah Satu Tokoh Marga Pohan Yang Perlu Kita Kenal

Tentulah tidak cukup ulasan saya untuk menggambarkan Zainul sebagai salah satu Tokoh Marga Pohan. Akan tetapi, semoga cukup untuk menginspirasi kita dalam menghadapi proses hidup di dunia ini.

Oleh: Roni Rahmad Pohan (Mahasiswa UIR Pekanbaru)

Gerakanmahasiswa.com – Raja Sibagot Ni Pohan adalah seorang Tokoh dalam Marga Batak dari Sub-Suku Toba. Keturunan Sibagot Ni Pohan tersebar ke dalam 15 marga, sedang Marga Pohan merupakan marga persatuan bagi seluruh keturunan Sibagot Ni Pohan. Keturunan Sibagot Ni Pohan berasal dari Daerah Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Sibagot Ni Pohan memiliki empat putra, dalam perkembangannya sebagian besar keturunan Sibagot Ni Pohan mengklasifikasikan diri ke dalam 15 marga, yaitu:

Pertama, Keturunan Tuan Sihubil, menggunakan Marga Tampubolon, Baringbing, dan Silaen.

Kedua, Keturunan Tuan Somanimbil, menggunakan Marga Siahaan, Simanjuntak, dan Hutagaol.

Ketiga, Keturunan Tuan Dibangarna, menggunakan Marga Panjaitan, Silitonga, Siagian, Pardosi, dan Sianipar.

Keempat, Keturunan Sonak Malela, menggunakan Marga Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede.

Zainul Sebagai Salah Satu Tokoh Marga Pohan

Zainul Arifin Pohan Selaku Tokoh Keturunan Sibagot Ni Pohan

Beberapa tokoh keturunan Sibagot Ni Pohan yang menggunakan Marga Pohan, yaitu: Amir Yusuf Pohan, Annisa Pohan, Aulia Pohan, Fadly Nurzal Pohan, Gilbert Pohan, Marchia Pohan, Ramadhan Pohan, dan Zainul Arifin Pohan.

Kita tidak boleh melupakan sejarah, sejarah menjadi bahan pengetahuan/pembelajaran kita hari ini. Belajar dari sejarah, saya sangat suka dengan salah satu tokoh yang berasal dari Marga Pohan, yaitu Zainul Arifin Pohan. Ia lahir di Barus Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Putra Tunggal dari pasangan Raja Barus. Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan (ayah), Siti Baiyah br. Nasution (ibu). Dia ialah seorang santri yang gemar berkesenian.

Aktivitas Pengembangan Zainul Arifin Pohan Secara Mandiri Dan Di Organisasi

Umur 16 tahun Zainul merantau ke Batavia (Jakarta), di Jakarta Zainul aktif dalam berbagai hal sambil bekerja, aktif dalam pencak silat, kesenian, memberi bantuan hukum bagi masyarakat Betawi, ia juga menguasai Bahasa Belanda.

Zainul aktif di GP (Gerakan Pemuda) Ansor, selama menjadi anggota GP Ansor itu Zainul kemudian semakin meningkatkan pengetahuan agama dan keterampilannya. Karena pengembangan dirinya terus meningkat, Zainul terpilih menjadi Ketua Cabang NU Jatinegara dan berikutnya sebagai Ketua Majelis Konsul NU Batavia hingga datangnya tentara Jepang tahun 1942. Selain itu, Zainul juga kemudian dipercaya sebagai Panglima Hizbullah.

Karier Politik Zainul Arifin Pohan

Seiring perjalanan yang ia tekuni, Zainul kemudian menjadi seorang Wakil Perdana Menteri Indonesia, Ketua DPR-GR, dan Politisi Nahdlatul Ulama (NU) pada zaman Kepresidenan Ir. Soekarno.

Dalam tahun 1955 itu pula Zainul berangkat haji untuk pertama dan terakhir kali ke Tanah Suci bersama Presiden Soekarno. Di sana (Mekkah) ia mendapat hadiah berupa sebilah pedang berlapis emas oleh Raja Arab Saudi, Raja Saud. Sekembalinya dari Mekkah, Zainul menjadi salah satu tokoh penting di Indonesia. Sampai saat ini, sejarah mencatat Zainul sebagai salah satu tokoh kemerdekaan di Rebulik ini.

Sebenarnya tidak cukup untuk memaparkan kisah seorang tokoh yang kita kagumi dalam tulisan singkat, seperti saya menceritakan Zainul kepada pembaca saat ini. Tentulah tidak cukup ulasan saya untuk menggambarkan Zainul sebagai salah satu Tokoh Marga Pohan. Akan tetapi, semoga cukup untuk menginspirasi kita dalam menghadapi proses hidup di dunia ini.

Al-Fatihah saya hadiahkan kepada Zainul Arifin Pohan, yang dapat saya sebut juga sebagai ompung saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *